yazilimweb tasarim
Home / Berita / Bioling Sebagai Salah Satu Upaya “Berkenalan” dengan Anak Milenial
Bioling Sebagai Salah Satu Upaya “Berkenalan” dengan Anak Milenial

Bioling Sebagai Salah Satu Upaya “Berkenalan” dengan Anak Milenial

BPSMP Sangiran turut berperan serta dalam kegiatan Perkemahan Antar Saka (Peransaka) VII yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Jawa Tengah yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Martoloyo, Desa Suniarsih, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Peran serta ini dalam bentuk pameran atau Expo Satuan Karya dan Bioskop Keliling (Bioling).
Rabu, 19 September 2019 bioling dari BPSMP Sangiran turut memeriahkan kegiatan Peransaka VII sekaligus memberikan pengetahuan tentang Sangiran melalui audio visual. Bioling memutar beberapa film tentang Sangiran agar memberi peserta Peransaka VII pemahaman tentang Sangiran khususnya dan Cagar Budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Untuk itu, tim bioling berkoordinasi dengan panitia tentang jadwal pemutaran bioling serta lokasi yang disediakan. Setelah berkoordinasi dengan panitia, tim bioling segera melakukan persiapan agar segera memutar film-film Sangiran sehingga peserta Peransaka VII yang menanti dapat menikmati film yang ditayangkan. Dalam koordinasi dengan Kholis, salah satu panitia menanyakan tentang film apa saja yang akan diputar, “Film apa saja yang akan diputar, untuk lokasi akan kami sesuaikan agenda perkemahan dan mengumumkan pada para peserta”.
Sejak tim bioling melakukan persiapan, beberapa dari mereka memperhatikan dengan rasa ingin tahu yang besar. Mereka saling bertanya satu sama lain tentang apa yang akan dilakukan oleh tim bioling serta film apa akan diputar. Dengan antusias mereka menanti bioling diputar dan beberapa bertanya dengan penasaran akan pemutaran bioling.
Setelah persiapan dilakukan, dimulai pemutaran film melalui bioling yang langsung didatangi beberapa peserta. Tim bioling menyiapkan terpal untuk duduk para penonton agar mereka merasa nyaman dan dapat menikmati film-film yang ditayangkan dan film tersebut dimulai dengan film berjudul “Balung Buto”. Beberapa diantara mereka memilih untuk menonton sambil berdiri karena tidak mendapat tempat duduk. “Biar saja menonton sambil berdiri kak”, seru salah seorang dari mereka.

 
Dengan Cagar Budaya yang sudah diakui dunia, diharap anak milenial mengetahui, mengenal, memiliki kebanggaan yang pada akhirnya mampu meperkuat karakter anak milenial ini. Bioling merupakan salah satu upaya untuk memberikan pengetahuan bagi mereka. (Wiwit Hermanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*