yazilimweb tasarim
Home / Terbitan / Jurnal / Interpretasi Awal Geologi Daerah Banjarejo Dan Sekitarnya: Geomorfologi, Stratigrafi, Dan Sejarah Geologi
Interpretasi Awal Geologi Daerah Banjarejo Dan Sekitarnya: Geomorfologi, Stratigrafi, Dan Sejarah Geologi

Interpretasi Awal Geologi Daerah Banjarejo Dan Sekitarnya: Geomorfologi, Stratigrafi, Dan Sejarah Geologi

Abstrak

Berdasarkan letak geografis, Daerah Banjarejo berada di sisi utara-timur Kabupaten Grobogan berbatasan langsung dengan Kabupaten Blora.  Sedangkan secara administratif, daerah ini berada di Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan. Nama “Banjarejo” sendiri sepertinya masih sangat asing terdengar oleh masyarakat umum dan para kalangan para pengkaji. Namun dibalik ketidakpopulerannya, Daerah Banjarejo memiliki potensi kandungan arkeologis dan paleontologis cukup menarik yaitu berkaitan dengan melimpahnya temuan fosil. Hanya saja jumlah kuantitas temuan fosil tersebut tidak berbanding lurus dengan kualitas informasi yang dapat disampaikan salah satunya mengenai konteks lapisan pengandung temuan. Konteks lapisan temuan tersebut sangat berhubungan dengan lingkungan dan juga umur relatifnya. Maka dari itu, tujuan dari penulisan artikel ini adalah sebatas untuk mengetahui kondisi stratigrafi konteks temuan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode survei primer dan metode survei sekunder. Sedangkan interpretasi yang digunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif.

Hasil interpretasi awal menunjukkan bahwa pada Kala Pliosen Atas-Pleistosen Bawah, daerah kajian awalnya merupakan lingkungan laguna/ laut dangkal/ marine terbukti dengan terendapkannya lapisan lempung biru dan batugamping pada bagian bawah. Memasuki Pleistosen Bawah terjadi proses pendangkalan karena turunnya muka air laut dan/ atau pengangkatan akibat proses tektonik sehingga lingkungan saat itu berangsur-angsur berubah menjadi lingkungan marginal-marine-transisi seperti lacustrine, swamp. Hal ini dicirikan dengan terendapkan lapisan lempung abu-abu kehitaman dengan horison pasir mengandung moluska. Tidak lama kemudian, memasuki akhir Pleistosen Bawah-awal Pleistosen Tengah terjadi proses pendalaman yang tidak terlalu signifikan. Sehingga kondisi lingkungan saat itu bersifat lebih marine dibandingkan kondisi sebelumnya. Kondisi lingkungan saat itu bisa jadi berupa lingkungan pantai, wave zone, litoral atau lingkungan transisi-laut dangkal. Pendalaman tersebut terjadi karena kenaikan muka air laut dan proses pengangkatan di sisi lain daerah ini. Kemudian tidak diketahui secara pasti mengenai waktunya, di daerah ini terjadi proses pengangkatan. Setelah itu selang jeda yang sangat lama hingga saat ini berlangsung proses pengendapan alluvium.

Kata kunci : Banjarejo, stratigrafi, sejarah geologi

Early Geology Interpretation Of Banjarejo And Surrounding Geomorphology, Stratigraphy, And History Of Geology

Abstract

Geographically, Banjarejo is located on the north-east part of Grobogan Regency which borders directly with Blora Regency. While, administratively, it is located in Gabus District, Grobogan Regency. The name “Banjarejo” seems to be unknown by people and researchers. However, Banjarejo contributes interesting archaeological and paleontological potentials due to its abundat fossil findings. Unfortunately, the quantity of findings is not equal to the quality of information given, that is related to the context of fossil-bearing layer. Such context is closely related to the environment and relative dating. Therefore, this article is aimed to find out the stratigraphic context of findings.

The methods used to collect data are primary and secondary surveys. Then, it is interpreted by a qualitative-descriptive method.

The result of early interpretation shows that in the Upper Pliocene-Lower Pleistocene, the area was a lagoon/ inland sea/ marine environment shown by the deposited blue clay layer and limestone on the lower part. Begining the Lower Pleistocene, a shallowing process accured due to the decreasing of sea level and/or the lifting from tectonic process that changed the environment into marginal-marine-transitional like lacustrine and swamp. That is characterized by the sedimented blackish-grey clay layer with a mollusc-bearing sand horizon. Soon after this, entering the last Lower Pleistocene, Early Middle Pleistocene a quite significant deepening process occured. At the time, the environment was considered as more marine compared to the previous condition. The environment might be coastal, wave zone, litoral, or the transitional of inland sea. The deepening occured as a result of the sea level increasing and the other side of area lifting. Then, there is no exact time known for the lifting process. Afterwards, there was a very long interval until the on going process alluvium sedimentation recently.

Keyword: Banjarejo, stratigraphy, history of geology

Rais Fathoni Seksi Pengembangan BPSMP Sangiran)

Selengkapnya silahkan klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*