yazilimweb tasarim
Home / Berita / Kala Pameran dan Bioling Menampilkan Informasi Tentang Sangiran
Kala Pameran dan Bioling Menampilkan Informasi Tentang Sangiran

Kala Pameran dan Bioling Menampilkan Informasi Tentang Sangiran

Pameran bersama di Auditorium Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto menjadi sarana menampilkan informasi tentang Sangiran pada akademisi Universitas Jenderal Soedirman khususnya dan masyarakat Purwokerto pada umumnya. Pameran yang dibuka 22 November 2018 dan berakhir pada 25 November 2018 diikuti oleh BPSMP Sangiran yang berperan aktif tidak hanya dengan memamerkan koleksi unggulan saja tetapi juga menampilkan Bioskop Keliling (Bioling).

Koleksi yang ditampilkan oleh BPSMP Sangiran berupa fosil-fosil hewan saat Sangiran menjadi daratan yang subur dengan menampilkan fosil gading gajah dan tengkorak kerbau. Suasana Sangiran saat menjadi rawa dengan menampilkan fosil Buaya. Terakhir ditampilkan fosil kerang dan gigi hiu yang menandakan Sangiran saat masih berupa lautan.

 

Kehidupan manusia purba dengan menampilkan 3 tipe Homo erectus yang diwakili oleh tengkorak Sangiran 4, tengkorak Sangiran 17, dan tengkorak Sambungmacan. Hasil budaya manusia purba juga turut disajikan bagi pengunjung. Hasil budaya manusia purba itu seperti alat serpih, bola batu, dan alat tulang.

Informasi melalui bioling menampilkan beberapa film tentang Sangiran yang bertujuan memperkenalkan Sangiran kepada penonton. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat 23 November 2018. “Ini hal baru bagi pameran Unsoed, ada pameran dan juga bioskop keliling”, seru salah seorang panitia.

Pada saat tim bioling datang dan mempersiapkan perlengkapan, beberapa pengunjung terlihat penasaran dan bertanya-tanya pada tim bioling.

“Apa film yang akan diputar?”

“Boleh diberi bocoran cerita filmnya?”

“Berapa lama nanti filmnya?”

“Jam berapa nanti mulai diputar?”

Selain pertanyaan tersebut beberapa pengunjung berbisik-bisik atau berkomentar tentang pemutaran bioling. “Seperti kembali pada masa kecil saya, kalau dulu namanya layar tancap”.

 

Pada saat film diputarpun beberapa penonton berusaha bertanya pada tim bioling tentang film apa yang diputar setelah ini. Film-film yang diputar merupakan film tentang Sangiran karena sebagian pengunjung masih belum mengenal Sangiran.

Untuk memperkenalkannya dilakukan melalu pameran koleksi dan pemutaran bioling. Sebuah paduan yang mampu memberi informasi bagi pengunjung pameran dan penonton bioling.

Pada akhir pelaksanaan pemutaran bioling, seorang panitia pameran yang juga seorang dosen Universitas Jenderal Sudirman bertanya,

“Bagaimana mengundang tim bioling?”

“Apakah dikampus bisa kembali tampil seperti ini”?

Sebuah akhir yang melegakan bagi tim bioling, antusias penonton dan juga kerjasama yang baik dengan pihak panitia demi sebuah informasi dan pengetahuan tentang Sangiran. “Tahun depan kami akan undang lagi untuk ikut pameran dan juga pemutaran bioling. Ini mendidik bagi masyarakat, tahun depan kami akan maksimalkan lagi hingga para mahasiswa bisa dapat informasi berharga ini”, janji seorang panitia.

Di Auditorium Universitas Jenderal Soedirman ini dipadukan pameran koleksi Sangiran dan bioling. Sebuah perpaduan yang mampu menyuguhkan informasi tentang Sangiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*